Pertanyaan ini selalu muncul dari orang yang memakai laptop apa, Hei OS apa ini? Bukan Mac kan?, Yah yang anda pegang saat ini adalah Linux dengan distro Ubuntu memakai DE (Desktop Environment) XFCE. Lah Linux kan susah banyak pakai code code gajelas. Eits, ini bukan tahun 2004 dimana Linux Desktop masih memakai banyak perintah di terminalnya. Jadi ceritanya pada tahun 2010 ada sebuah program dari Canonical (pembuat Ubuntu) yaitu ShipIt! dimana kita bisa mendapatkan gratis CD dari canonical yang berisi installer Ubuntu. Disitu kita bisa memilih DE apa yang dipilih, bisa KDE, XFCE atau GNOME.

eits bentar, DE itu apa sih? Nah dikutip dari remehtemeh.com yang di maksud DE adalah

Desktop environment secara umum bisa digambarkan sebagai GUI atau Graphical User Interface dari sistem operasi

remehtemeh.com

Intinya jika kita berada di Windows, DE itu seperti tampilan luarnya yang berisi Start Menu, Aplikasi Bawaannya dll. Atau jika masih bingung DE itu mirip Launcher di android, Xiaomi punya DE bernama MIUI, Samsung punya Touchwiz dll. Isinya sama hanya tampilannya berbeda.

Nah di Linux ada banyak DE, namun yang populer kurang lebih ada 4 yaitu Gnome, XFCE, LXDE dan Unity. Selain itu anda bisa browsing sendiri hehehe. Nah linux yang saya pakai adalah Ubuntu dengan desktop environment XFCE

Desktop XFCE

Nah kembali ke pertanyaan awal, mengapa saya memilih linux. Oke mungkin semua mengira karena OS ini gratis, bebas virus dll. Tapi bukan, linux menurut saya sangat penting karena setiap OS itu memiliki kebebasan baik itu mengenai privasi, kebebasan untuk update atau tidak dan yang paling terpenting saya bisa mengotak-atik sistemnya sampai ke kernel nya jika itu diperlukan agak mendapatkan OS yang saya inginkan. Berbeda dengan windows yang memang saya install di Komputer yang setiap hari saya gunakan untuk game atau sekedar edit video, windows menawarkan hanya kemudahan semata tanpa harus kita tau bagaimana sebuah sistem itu bekerja.

Disamping itu pekerjaan saya saat ini mengharuskan saya memahami sedikit command dari Linux, ya anda pasti tau memang kebanyakan OS server itu menggunakan linux yang di mana di dalamnya tidak terdapat GUI, jadinya saya memakai Linux. Namun tenang sebenarnya semua fungsi nya sama kok dengan windows cmn kembali ke kebutuhan masing-masing

  • Programmer yang tidak memakai produk microsoft: Pilih Linux
  • Desain Frontend atau Multimedia : Pilih Macintosh
  • Kebutuhan Gaming : Pilih Windows

Saya disini tidak mengharuskan memilih jalur yang tepat, namun kebanyakan perusahaan pasti memilih 3 hal di atas. Karena masih juga saya menemui perusahaan menggunakan semua ke windows.