Tak terasa sudah sangat lama sekali setelah aku menemukan julietku dan selalu berfikir akankah kamu menemukan seorang yang punya tekad tinggi untuk menemani seumur hidupmu. Dan akhirnya hari ini aku mendengar kabar kalau ada seseorang lelaki yang melamarmu. Aku ucapkan selamat. Yah aku tidak sedih aku tidak galau karena bagiku pertemuan kita di Jogja dan perjalanan kita ke Bromo bagiku adalah sebuah ucapan selamat tinggal dariku. Aku meninggalkanmu dan seluruh kenangan bersamamu. Tujuanku tak lebih karena aku tidak ingin di hantui oleh kenyataan bahwa aku tidak bisa memilikimu untuk masa saat aku bersama perempuan lain.

Dan memang kamu bukan tercipta untukku. Mungkin di multiverse yang lain kamu adalah milikku, kamu adalah perempuan yang menemani hidupku, tertawa, bertengkar, sedih, senang kita lakukan bersama. Tapi di universe ini aku memilih untuk tidak bersamamu, bukan karena orang tua mu atau statusmu yang anak tunggal tetapi memang hatiku tak ingin bersamamu.

Aku mengubur dalam-dalam cerita kita, cerita di mana kita tertawa bersama, cerita dimana kamu memberikanku sebuah impian yang tercetak didalam buku kecil yang sampai saat ini masih aku simpan. Dulu kamu mengatakan padaku kalau kamu ingin kita satu lokasi ketika kuliah, tapi kehendaknya lain, kamu kuliah di Kota A aku di kota B. Aku bertemu sesosok gadis yang dimana dia super baik, dia menyerahkan apapun untukku namun aku juga tidak baik untuknya dan aku meninggalkannya dengan keadaan yang sangat hancur.

Tapi kali ini benar, dan tulisan ini benar kalau aku mengucapkan selamat untuk Pertunanganmu, semoga semuanya lancar sampai pelaminan, dan dia bisa menjadi imam yang baik bagimu. Kukubur semua kenangan kita mulai bulan Agustus kemudian pisah di Januari, dan kemudian bertemu lagi di Jogja dan berakhir selamat tinggal di Bromo. Terima kasih