Hi nak, setelah 9 bulan kamu berada di perut ibu mu akhirnya tepat hari ini kamu bisa hadir secara langsung ditengah ayah dan ibu mu. Berat rasanya nak ketika ayah mengetahui ibumu yang kesakitan karena kontraksi selama lebih dari 1 hari, Semua suster yang berada dirumah sakit mengatakan bahwa hal itu adalah normal. Namun ayah tak tega lihat ibu mu kesakitan nak. Ibu mu selalu memaksakan kepada ayah untuk tetap lahiran secara normal, namun yang terjadi adalah ibumu tak mampu untuk sekedar berjalan, jangankan berjalan untuk tidurpun ibu mu tak bisa nak. Pagi ini ayah memutuskan untuk memilih jalan operasi untuk sebagai langkah melahirkanmu. Ibu mu awalnya tidak setuju karena beberapa alasan, ayah tak peduli nak, ayah hanya ingin ibumu tak kesakitan lebih sakit lagi (maafkan ayah) dan juga ayah ingin segera melihat wajahmu.

Pukul 08.00 pagi suster rumah sakit sudah memberikan sinyal hijau untuk operasi ibumu. Dengan sabar ayah menjelaskan bahwa operasi bukanlah sesuatu hal yang hina ketika melahirkan. Justru ini langkah yang terbaik. Akhirnya sejam kemudian (dengan kesakitan) ibumu di bawa ke ruang operasi untuk memulai melahirkanmu.

medical equipment on an operation room
Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Ayah menunggu ibu mu di luar ruangan operasi selama kurang lebih 1 jam. Jujur ayah gelisah nak. dan akhirnya pukul 10.35 kamu di bawa keluar ruangan dengan keadaan sehat dan memandang ayah. Suster menyuruh ayah untuk mengambil air wudhu kemudian mengumandangkan adzan di telingamu.

Sebagai lelaki yang tangguh ayah gak kuat menahan tangis haru nak. Selama 9 bulan ayah dan ibu menunggumu lahir dan hari ini terjawab, kamu lahir dengan selamat, sehat dan cantik.

Ayah berjanji akan merawatmu penuh dengan kasih sayang nak, akan ayah perlakukan sebaik ayah memperlakukan ibumu, yaitu seperti seorang ratu.