“Hei kamu harus ini”, “Hei masa gitu, seharusnya kamu gini”, “Btw dia kenapa, wah harusnya kyk gini”.

Sebenernya aku dahulu adalah orang yang gampang menerima saran, mulai dari yang bener sampai yang sesat sekalipun. Yah filternya cuman ada di aku, bagaimanapun dahulu aku menganggap semua orang yang ngasih saran ke aku adalah orang yang baik yang merhatiin setiap keadaanku. Aku terima kok, kadang aku ngefilter saran mereka, meskipun sesat sekalipun aku biasanya berfikiran positif. “Oh mungkin dia gak mau aku seperti masa lalunya”.

Namun semua itu berubah saat aku mempunyai seorang clone dalam hidupku. Saran yang harusnya aku filter dari dalam diriku semua menjadi tidak terfilter dan aku terapkan ke clone ku tersebut. Aku seperti hewan yang di tali dan di tarik kemanapun aku pasti ikut. Ketika saran dari mereka yang harusnya aku anggap sesat menjadi benar kemudian aku terapkan ke cloninganku . Mulai dari cara menidurkan, tidak di mandikan karena hal-hal yang menurutku harusnya tidak masuk akal, sampai ke dibanding-bandingkan.

Yang perlu di garis bawahi adalah aku sedari kecil memang menjadi anak yang ketika di nasehati harus di banding-bandingkan sampai aku kuliah. Kemudian didunia perkuliahan aku belajar dan aku berjanji bahwa clone ku nanti tidak akan aku bandingkan dengan siapapun termasuk saudaranya sendiri. Tekadku udah bulat untuk merubah metode sesat dari turunanku agar aku tidak sama dengan mereka. Aku tidak menyalahkan metode orang tuaku karena aku tahu aku adalah hak mereka, aku adalah clone dari mereka, mereka berhak atas aku. Namun untuk kedepannya aku tidak akan membawa warisan itu ke clone ku, dan orang tuaku paham akan hal itu. Mereka membuat batasan “hanya menasehati” dan mereka tahu kalau aku gak bakal nuruti hal tersebut karena aku punya vision sendiri.

Hal ini menjadi berbeda saat saran tersebut bukan datang dari orang tua, namun dari seseorang yang umurnya gak jauh dariku. Mereka membuat semua orang sama, kalau clone nya kotak, clone ku juga harus kotak. Salah satu contoh mereka mengkritik cara orang tuaku memandikan clone ku, yang di anggap salah. Akhirnya sampai sekarang pasanganku tidak bisa memandikan clone ku secara sendirian, harus dengan dua orang. Padahal mereka memandikan clone nya sendirian, entah bagaimana caranya.

Oh mom i need you. Aku terlahir untuk menjadi alpha di pasanganku. Tapi yang terjadi adalah aku bukan alpha. Aku mungkin a failure man, failure in everything. Sekarang setiap mereka datang mereka selalu mengubah vision pasanganku dan harus sama dengan mereka. Oh i hate this.

Sekarang setiap detik aku merasa bahwa aku salah tempat, aku salah di segala hal. Aku meninggalkan seseorang yang dia berjuang untukku demi seseorang yang aku gak kenal dan aku berharap dia bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya karena dia mengerti banget dengan yang namanya peraturan. Aku akui bio mu benar, yah aku kangen. Aku kangen denganmu, denganmu yang selalu menuruti permintaan bodohku, aku kangen dimana kamu selalu lebih percaya aku lebih diatas saudaramu.

Aku bukan membandingkan tapi memang kenyataannya seperti itu, mungkin aku hanya bisa menyesalinya seumur hidupku, dan aku akan menerima nya. Karena tombol undo juga tidak ada di dunia ini. Maafkan aku yang meragukanmu dahulu