Sudah menjadi tradisi yang umum ketika setelah bulan Ramadhan orang Indonesia akan melakukan perjalanan pulang ke kampung untuk bertemu dengan sanak saudara, orang tua dan tetangga yang berada di kampung halaman. Namun kali ini di tahun ini untuk kedua kalinya mudik akan tidak terlaksana. Bukan menjadi hal yang umum ketika pemerintah melarang mudik (untuk sekali lagi) agar menekan laju perkembangan covid-19 yang dimana pada tahun ini India menduduki posisi kedua didunia untuk jumlah warga yang terinfeksi dan meninggal.

Sedih memang, terkadang saya berfikir apa seharusnya saya melawan pemerintah dan tetep melaksanakan mudik ke kampung untuk menebus rindu dengan orang tua saya? Bisakah rindu itu hanya terobati dengan video call semata? Rasanya tidak. Video call saat saya kangen itu laksana kita bermimpi dengan seseorang yang telah meninggal dunia. Kita bisa melihatnya namun tidak dengan menyentuhnya.

black and silver laptop computer on brown wooden table
Photo by Gabriel Benois on Unsplash

Saya tahu dan saya paham mungkin masyarakat banyak yang menolak untuk patuh dan memilih agar tetap mudik bagaimanapun caranya, dan yang terlihat dari berita pun juga mengamini pernyataan saya, masyarakat tetap mudik meski telah dilakukan penyekatan, pelarangan denda dll. Saya tidak berfikir kalau orang indonesia adalah orang yang bebal, tapi sebenarnya mudik bisa dilihat dari dua sisi saya yaitu sisi pertama dimana masyarakat tau dan paham dengan pandemi ini, dan mereka lebih memilih nekat mudik dikarenakan tahun kemarin mereka tidak mudik.

Disisi lain pemerintah tidak ingin usaha yang selama ini di lakukan baik melalui PSBB PKPM, vaksinasi dll akan menjadi sia sia saat manusia Indonesia berbondong-bondong mudik. Pemerintah takut Indonesia menjadi seperti India yang dimana India sampai tulisan ini di publish masih kebingungan bagaimana menekan covid yang semakin ganas di negaranya.

Kalaupun saya memikirkan dari sisi pemudik saya bingung, rasa kangen ketemu sama orang tua atau sanak family di kampung (belum tentu juga tahun depan bagaimana, bisa saja masih hidup bisa saja sudah dipanggil Tuhan). Begitu juga disisi pemerintah sama kebingungannya.

Yah saya berharap semua orang yang mudik tahun 2021 ini diberikan selamat, tidak membawa virus pulang kerumah. Keluarga juga sehat agar tahun depan bisa kumpul kembali. Dan saya juga berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktifitas dengan normal seperti biasa tanpa harus jaga jarak, memakai masker dan juga memakai hand sanitizer. Dan teruntuk orang terkutuk yang menyebarkan hoax dan konspirasi covid semoga cepat kena covid dan mampus sadar dan tidak menyebarkan berita bohong.

So stay safe kawan. Keluarga menanti