Ini adalah opini dari Penulis, penulis menggunakan media PS4 untuk mereview game Cyberpunk 2077. Opini pada halaman ini bersifat subjektif dan hanya pendapat penulis semata, jika memang terkesan menyakitkan penulis mohon maaf sebesar-besarnya

Terkadang sesuatu yang terlalu hype itu salah, karena setiap keinginan orang pada suatu game itu berbeda. Contoh ketika kita memainkan sebuah game genre MOBA dimana hampir semua orang pasti menyukai game MOBA. Namun saya (sampai sekarang) terkadang bingung dengan game genre ini. Yah mungkin bukan genre saya, nah mungkin itulah yang terjadi dengan Cyberpunk 2077. Game ini di develop (dibuat) lebih dari 8 tahun oleh studio game yang membuat game The Witcher yaitu CD Projekt Red. Seolah menjadi mirror keseruan seperti The Witcher, banyak yang menaruh harapan (termasuk saya) terhadap game Cyberpunk 2077, dengan latar belakang kota Night City kita di suguhkan oleh pemandangan kota yang padat oleh manusia yang sudah bertransformasi setengah robot. Banyak kriminal, sex dll disuguhkan rapi dan ciamik dalam kota Night City di Cyberpunk 2077 (yah sampai game nya di release atau di perlihatkan di E3).

Night City Cyberpunk 2077 (sumber: https://www.essentiallysports.com/watch-cyberpunk-2077-event-reveals-new-gameplay-and-trailer-esports-news)

Game ini sempat ditunda 3x perilisannya dari mulai april 2020 mundur ke november 2020 lalu mundur lagi ke Desember sampai mundur seminggu lagi. Yah mungkin banyak PR yang harus di selesaikan oleh CDPR, terlebih yang paling agak menyakitkan menurut saya adalah penundaan terakhir dikarenakan PS4 dan XBOX One yang nampaknya kesulitan untuk menjalankan game ini. Yah saya paham banyak yang mengatakan kepada saya di salah satu website pengamat cracks, bahwa jangan berharap lebih pada Last Gen Console (sebutan untuk konsol lama) yang umurnya sudah lebih dari 7 tahun untuk memainkan game yang agak berat. Namun bagi saya mungkin bukan hal yang wajar dikarenakan game terakhir yang saya mainkan (The Last Of Us Part 2) benar-benar memanjakan mata saya.

The Last Of Us 2 (sumber: https://www.gamesradar.com/the-last-of-us-2-gameplay-footage-leaks-online-contains-major-story-spoilers/)

Mungkin memang ada salahnya jika saya memainkan Cyberpunk 2077 di PS4 milik saya, apalagi umur hardware nya yang tidak memiliki kekuatan untuk render sebesar Night City, namun setelh melihat game besar lainnya seperti Red Dead Redemption 2, Assassin’s Creed Valhalla, Spiderman Miles Morales agaknya memang kesalahan bukan di Last Gen Console saya namun mungkin kesalahan ada pada engine yang di pakai oleh CDPR dalam pembuatan gamenya. Dahulu The Witcher 3 adalah game terberat di PC dari 2015 sampai akhir 2018an, padahal ya graphicnya ya menurut saya pada waktu itu terbaik namun bukan terbaik (bingung). Dan pada waktu itu juga PS3 tidak kebagian game The Witcher 3. Tetapi beda cerita dengan Cyberpunk 2077. Sedari awal pihak CDPR mengatakan bahwa Cyberpunk 2077 akan memakai sedikit optimalisasi pada Console dan PC kentang. Maka ya mungkin kembali ke intro dari tulisan ini, mungkin sesuatu yang sangat hype itu berujung kekecewaan.

Saya masih ingat dengan game No Man’s Sky yang hype nya sangat tinggi, janji yang muluk-muluk sampai saya juga ikutan beli BD PS4 nya. Namun ketika game nya rilis, saya sempet bingung, ini game kenapa gini banget ya. Tapi saya lumayan tidak kecewa dengan Cyberpunk 2077, meski banyak glitch dan bug dimana-mana pada PS4 saya, setidaknya saya tidak harus mengeluarkan uang sekitar $2000 untuk membangun PC, atau setidaknya membeli PS5 karena sampai saat tulisan ini di publikasikan, PS5 belum ada resmi di Indonesia

Kemarin ketika tanggal 10 Desember 2020 game Cyberpunk release, besarannya di PS4 saya sekitar 90GBan. Kemudian di tanggal 11 Desember 2020 terdapat patch sebesar 40GB. Lalu lagi tanggal 14 ada update lagi v1.04 dengan sekitar 25GBan. wew cukup melelahkan downloadnya. Tapi saya apresiasi dengan CDPR meski game nya banyak bug, glitch, muka rata dll namun setidaknya ada rasa tanggung jawab dari developer untuk mengeluarkan patch jauh lebih cepat, berbeda dengan Assassin’s Creed Valhalla yang sampai tulisan ini di publish bug nya belum di perbaiki.

Jadi? Apakah layak untuk beli di PS4?

Well mungkin yang belum beli agaknya saya belum merekomendasikan game ini mengingat banyaknya bug dan glitch di mana-mana, dan mungkin saja patch ketiganya akan di jadwalkan di Januari atau Februari 2021. Maka lebih baik anda menunggu sembari main game yang lain seperti Watch Dog, Valhalla dll.

Terima kasih

Tagged in:

,