LinkAja LinkAja, setelah kemaren bermasalah di aplikasi MyPertamina yang mana bener-bener nih 2 aplikasi sangat merepotkan user (padahal BUMN). Sekelas BUMN loh, bikin aplikasi masa kalah sama yang swasta sebut aja Gojek dengan Gopay nya, DANA, OVO bahkan aplikasi dari luar negeri yaitu Shopee Pay itu jauh lebih baik rasanya daripada LinkAja. Kali ini saya bener-bener kecewa dengan LinkAja bukan karena bisa beli bensin tapi melalu MyPertamina, tapi kali ini tentang masalah topup dan tarik tunai.
Jadi ceritanya saat saya pulang kampung dan saldo LinkAja sedang banyak sekitar 700rban saya berniat mencairkannya, namun yang jadi masalah ATM BCA saya terblokir pada malam harinya karena ada transaksi dari luar negeri yang saya lakukan dan gatau kenapa tiba-tiba terblokir. Nah niat awal saya adalah saya cairkan saldo LinkAja ini ke rekening BCA lalu saya tarik tunai tanpa kartu. Namun karena sedang ada di pedesaan ATM BCA jaraknya jauh dari rumah dan satu-satunya pilihan adalah ATM-i sama ATM Link.


Untuk ATM-i biayanya “lumayan” mahal seperti yang saya kutip dari website resminya ATM-i (klik disini) untuk biaya tarik tunai yaitu Rp. 7.500. Yah kecil sih tapi ya cukup mahal bagi saya karena biasanya saya tarik tunai gratis wkwkwk. Untuk yang ATM Link sebenarnya gratis jika punya ATM dari bank yang bersangkutan (Mandiri, BTN, BNI dan BRI) namun karena saldo saya ada di LinkAja maka saya harus mentransfernya dahulu tapi yang jadi masalah saya tidak punya ATM yang terafiliasi dengan Link. Beruntung ada fitur Tarik Tunai yang disediakan oleh LinkAja dan bisa saya akses. Namun ada biayanya yaitu Rp. 5.000 untuk sekali tarik tunai.
Tunggu sebentar….
Bukannya LinkAja ada afiliasi ya dengan Mandiri, BNI, BRI dan BTN? Secara mereka penanam saham di LinkAja loh (bisa di cek di wikipedia), mengapa mereka menarik biaya yang lumayan untuk sekali tarik tunai? Apa karena ini untuk keuntungan bisnis? Apakah karena ada Pertamina juga yang menanam saham di LinkAja sehingga MyPertamina hanya bisa pakai LinkAja gak bisa pakai Emoney yang lainnya? Hmmm.
Karena buntu akhirnya saya meluapkan emosi di minimarket memilih jalan akhir yaitu pakai kartu ATM Jago yang bisa tarik tunai dengan gratis (kuotanya 5x dalam sebulan) itupun saldo LinkAja saya kepotong Rp. 6.500 (God Damnit) untuk biaya admin. Ini berbeda dengan Gopay dkk yang adminnya dibawah 5.000an untuk pencairan dana ke ATM, Apalagi shopeepay yang gratisin tarik tunai jika nominal diatas 50rb, gila kan. Bingung saya, sekelas BUMN loh, ngambil untung segitunya. Yang swasta malah santai santai aja. Ini mungkin jadi penyebab kenapa banyak teman kantor saya bertanya “Ngapain elu nyerahin data dan uang lu ke LinkAja, dia kan BUMN” oh ternyata ini sebabnya. Mungkin juga inilah penyebab orang Indonesia kurang percaya dengan produk buatan lokal, karena mungkin juga dibikinnya asal, ingin untung segede gunung.

Mungkin sudah saatnya saya beralih lagi ke tunai dan tidak memberikan nominal uang yang besar lagi ke BUMN seperti LinkAja. Maaf LinkAja, bulan ini adalah bulan terakhirmu. saya akan mengisi BBM dengan uang tunai lagi