Tunggu, ini blog pribadi kok jadi blog yang ngebahas politik terus? Hehe oke jadi gini karena saya sedang menunggu penulis lain yang sedang rehat untuk menulis tentang kisah percintaannya yang belum rampung jadinya saya bahas lain aja. Nah kebetulah akhir-akhir ini berita di penuhin (selain sambo dkk) dengan data di Indonesia yang telah terbobol. Dua detik setelah membaca berita pembobolan saya marah dengan Hacker nya, namun detik ketiga saya berterima kasih karena ini sudah jadi pembuktian (seperti di postingan-postingan saya sebelumnya yang menyinggung tentang website ampas milik pemerintah) bahwa sudahlah, pilihlah orang yang memang kompeten di bidang Informatika dan pilihlah yang generasi masih muda, bukan generasi boomer yang untuk nginstall aplikasi aja bingung gimana caranya.

Loh kok tidak kompeten? Sekarang begini, coba deh lihat halaman ini (wp-signup.php Nama Pejabat Ditjen Aptika) atau di halaman resmi Kominfo Indonesia. Bayangin di Aptika gak ada loh yang lulusan komputer, rata-rata Ekonomi, Sosial dan Budaya. Bahkan Menteri Komunikasi dan Informasi kita tercinta itu Sarjana Ekonomi loh. Sebenarnya saya tidak masalah namun coba bayangin anda Lulusan Komputer tapi disuruh untuk memperbaiki AC, Mesin Cuci, Printer. Lah?

Jadi wajar ketika Hacker yang bernama Bjorka ini banyak yang mendukung, selain karena di Indonesia orang lulusan apa kerjanya apa, disini pemerintahan mulai agak aneh. Mulai dari membayar seseorang untuk menjadi Buzzer lah, Ngehubungin app sosmed untuk mensuspend akun yang bertentangan dengan mereka (pemerintahan) lah katanya demokrasi, ya memang sih kita agak keterlaluan karena mungkin demokrasi kita keblablasan sehingga tak punya sopan santun, tapi untuk urusan Bjorka ini yang dia lakukan ya intinya ngeberi tau ke pemerintahan yang terbobol kalau websitemu itu ampas, dana miliaran tp ternyata websitenya mirip wordpress, database satu dengan yang lain tak terhubung, mirip yang dikerjakan oleh anak magang di kantor saya.

Akun Bjorka tersuspend, siapa yang laporin. Kan banyak yang dukung? Nah Lohh

Sekarang akun milik Bjorka sudah di suspend oleh twitter, yah mungkin pemerintah kebakaran jenggot akhirnya mereka lapor ke pihak Twitter. Dasar generasi boomer, mending benerin aja deh website dan database kalian, karena percuma juga si Bjorka ini bisa loh bikin baru, nanti sama aja main kucing-kucingan. Sudah pakai cara Boomer, gak mau disalahin pula. Statesmentnya aneh. Hacker kalau bisa jangan nyerang! Eh begimana??

Itu sama aja ada seorang Lurah yang masang banner gede di kampungnya tertulis “Maling kalau bisa jangan nyuri kalau ada kunci masih nempel di motor”. Bukannya di tangkap eh malah kayak main Dora The Explorer sama si Swiper.

Capek memang ngomong sama orang tua yang rata-rata gak mau disalahin, suka nya lempar tanggung jawab ke orang lain padahal dia yang punya hak penuh. Jadi intinya gimana? Yah kalau untuk urusan bobol membobol saya tidak membenarkan tapi kalau untuk urusan pemerintah bebas dong, saya bayar pajak kenapa hasil uang yang saya berikan di bikinin website + database ampas yang mirip bikinannya anak magang? Think Again Goverment Please