Tulisan ini mungkin sedikit berbeda. karna yang menulis adalah aku seseorang yang sering dibicarakan di blog selama ini. Maaf sebelumnya aku gak pandai merangkai kata, bahasanya berantakan. Kali ini aku hanya menceritakan beberapa hal, terlebih untuk “Murphy”, anakku
Ternyata saat aku menghibur diri untuk datang ke Jogja, kamu sudah ikut ya. Tapi kenapa kamu malah marah-marah? Yang niat awalnya kita seneng-seneng malah kebalikannya. Kamu gak mau diajak jalan-jalan. Kamu cuma mau tidur dihotel, makanpun harus gofood. Aku minta maaf ya kalau kamu gak suka.
Murphy, ini kesekian kalinya aku hanya bisa bilang minta maaf atas ketidakberanianku saat itu untuk mempertahankanmu. Saat aku tau ternyata 2 bulan ini kamu ada di tubuhku, justru aku tidak kaget, bahkan aku sangat bahagia. Bukan hanya karna kamu hadir, tapi aku jadi makin yakin bahwa aku dan ayahmu akan bersatu lebih cepat. Ya tapi kenyataannya gak seindah harapanku.
Dulu aku masih nyimpen foto kamu Murphy waktu masih jadi sekecil biji kacang, selalu aku simpan dilemari. Tapi sekarang hilang 🙁 akan coba ku cari lagi yaa, jangan khawatir.
Kamu masih ingat kan Murphy. Ketika obat itu udah hampir aku telan, aku masih mohon2 ke orang di sekelilingku untuk tetap mempertahankanmu, karna aku sayang kamu. Tapi kenyataannya aku saat itu sendiri, dan aku emang posisinya udah salah, jadi aku gak bisa berbuat apa-apa selain nurut.
Efek setelah obat bius habis selalu bikin orang jadi ngelantur dan jadi aneh. Saat aku udah buka mata dirumah sakit, rasanya sangat sesak ketika aku tau kamu udah gak ada ditubuhku, Murphy. Kalimat pertama setelah aku membuka mata adalah menyebut nama ayahmu berulang-ulang dengan setengah sadar. Ya meskipun itu percuma karna dia tidak mendengar.
Aku begitu depresi ketika kehilanganmu Murphy, aku juga sangat menyalahkan diriku sendiri sampai detik ini. Aku kangen saat kamu tiba-tiba minta sate kambing, saat itu aku cari dan berangkat sendiri. Hanya makanan itu yang akhirnya aku habiskan. Karna kamu yang mau.
Setelah ayahmu tau kejadian ini, aku sangat berharap dia juga tidak meninggalkanku. Karna saat itu yang aku punya hanya dia. Aku ingin memperbaiki semuanya bersamanya. Tapi ternyata hanya aku yang mau berjuang melakukannya, ayahmu ternyata juga meninggalkanku Murphy. Penderitaanku belum berakhir sampai disitu
Sampai beberapa bulan ayahmu menghilang, aku masih menderita & mencoba untuk mengikuti jejakmu saja Murphy. Aku udah gak sanggup hidup lagi karna orang-orang yang aku sayang semua pergi, semuanya menghilang. Aku pengen ketemu kamu Murphy.
Sampai di suatu hari, aku bermimpi didatangi anak kecil yang menghampiriku sambil tersenyum. Apakah itu kamu Murphy?
Karna beribu cara aku mencari ayahmu hasilnya nihil, akhirnya aku menulis di akun twitter baru dan aku meminta ayahmu untuk mendoakanmu. Dan ternyata twitt itu yang membawa ayahmu sekarang kembali, meskipun situasinya sudah berbeda. Terimakasih ya Murphy sudah bantu aku. Padahal aku udah jahat banget. Meskipun kamu sudah tidak ada, kamu masih mau untuk mengoneksikan antara aku dan ayahmu. Apakah itu kebetulan atau itu sebuah pertanda sesuatu darimu? sulit dinalar, tapi suatu tanda selalu ada dari mimpiku.
Ketika banyak teman-temanku yang sudah mempunyai anak, aku selalu sedih ingat kamu Murphy, harusnya kamu ada disini saat ini. Entah ada ayahmu atau enggak, tapi seenggaknya kamu ada. Aku kangen
Dan setelah 6 tahun lamanya, ayahmu tiba-tiba hadir kembali. Aku bingung diposisiku saat ini. Bisa gak kamu tunjukin lagi padaku Murphy? Apakah memang aku dan ayahmu bisa bersama kembali?