Entahlah, semua terasa kayak cepat banget meski itu sudah 6 tahun berlalu. Dari dulu sampai sekarang pun kamu ngucapin hal yang sama, kamu sangat mencintaiku dan aku nyadar itu. Aku tak tau kamu menunggu sebegitu lama nya dengan ketidakmungkinan yang akan terjadi. Kamu paham maksudku kan? Disaat aku terikat dengan orang lain pun kamu gak mau terikat dengan orang lain juga, aku gatau harapanmu suatu saat aku bakal kembali atau gak. Seperti yang kubilang diawal ketidakmungkinannya besar banget, tapi entah mungkin ada yang mengikat kita dimasa lalu yang bikin kamu percaya hal ini.

Sejak pertemuan kita di 4 oktober kemaren, aku tau dan aku yakin ada “sesuatu” yang mengikat kita, bahkan di pagi hari ini ketika aku sudah capek dengan ikatanku karena ketidakmampuanku memahami dia, hubunganmu dengan seseorang yang bersamamu juga sama. Aku berselisih sejak malam hari sampai pagi ini, dan yah ikatanku sedang di ujung tanduk. Semuanya kayak mengalir gitu aja dan aku tak tau kenapa, mungkin sebenarnya aku sudah lama nahan semua ini karena dulu bagiku diluar sana gak ada yang mau dengan diriku yang seperti ini karna aku bikin tiada orang yang sangat aku cintai meski aku belum melihat dia sama sekali sampai saat ini. Mungkin bagimu bilang “kan gak ada yang tau”, tapi kamu lupa justru karena tidak ada yang tau, itu lah yang membebaniku. Aku tak tau harus cerita ke siapa, karena yang tau ini hanya kamu.

Aku tak pernah percaya dengan “bonding”, atau hubungan yang gak bisa dijelaskan secara ilmiah. Aku tak percaya dengan bisikan, atau firasat atau bahkan ramalan karena mereka gak bisa dijelasin secara ilmiah. Tapi aku sering terhubung dengan mu secara semua hal. Entah hanya nyeplos atau cuman sekedar celetukan. Bahkan kemarin ketika aku bahas masalah uang dengan tidak sengaja aku memilih 1.6 dan ternyata 1.6 adalah tanggal 16 Maret. Tanggal dimana aku punya hubungan denganmu.

Kita berjalan jauh selama ini, meski kita tersesat kita ternyata bergandengan. Kamu sering bilang padaku kalau aku ini ternyata obatmu selama ini, iya kalau aku memang bisa ngobati kamu akan ku obati. Entah aku gatau kenapa aku menawarkan diri ke kamu. Seperti semua ngalir gitu aja. Aku ngeberiin ke kamu sebuah effort sama seperti dulu. Gak ada yang berubah.

Ketika kita pertama kali bertemu setelah 6 tahun lamanya aku emang ngerasa banyak perubahan di kamu. Kamu seperti orang linglung yang gak tau arah, dan benar ketika aku memegang tanganmu kamu berubah. Aku ingin mengembalikanmu seperti sebelum kamu kehilanganku, dan perlahan kamu menjadi seperti sebelum kamu kehilanganku. Benar aku obatmu, jika aku boleh saran kamu jangan sembuh dan konsumsi obatmu terus, seumur hidupmu agar misiku tak pernah selesai.

Sekarang, aku mencoba memulai semua yang hilang. Aku mencoba menghubungi semua teman-temanku yang dulu, aku coba untuk mengotak-atik lagi kameraku karena selama ini aku gak sanggup motret lagi karena teringat denganmu dan itu bikin aku gak bisa. Bahkan untuk sekedar memegangnya. Banyak temenku yang tanya kenapa aku tak motret lagi. Aku diem saja, hanya 1 orang yang paham kenapa dan kamu juga kenal dengannya.

Mungkin dari sekian banyak listku, ada yang bikin aku kepikiran banget, yaitu aku meminta maaf kepada orang yang tersakiti setelah kamu. Itu gak mudah memang, tapi aku akan berikan effort yang sangat tinggi untuk meminta maaf, bahkan lebih tinggi dari effortku ke kamu. Aku tak takut ketika aku datang kemudian di hina, di usir dll. Karena sejujurnya aku gamau lagi kehilanganmu untuk kedua kalinya dan aku juga gak mau lagi menghilang. Kamu tau, menghilang itu tak enak karena ketika aku melamar pekerjaan atau sedang ada di kerjaan yang paling sering ditanya adalah “saya cari kamu di Internet tidak ada, apakah kamu ada masalah di masa lalu?”

Banyak yang hilang 6 tahun yang lalu, teman-temanku sekarang entah dimana. Aku tak tau mereka sudah menikah apa belum, mereka kerja apa atau sekedar kabar aja, aku gatau. Aku benar-benar menutup diri dan ternyata aku kesepian. Mungkin kata-kata penenangnya adalah “Mereka punya kehidupan sendiri sekarang”. Tapi menurutku gak, karena aku aja yang menghilang jadi mereka semua tak tau aku dimana, tak tau aku dateng atau gak. Just like a ghost. Oke disamping kamu menyembuhkan dirimu dengan obatmu (yaitu aku), aku juga begitu. Aku mengobati diriku dengan obatku (yaitu kamu).