Sebenarnya sudah lama aku ingin menulis kembali, tapi dibeberapa hari sebelumnya kapalku mengalami ombak yang sangat besar dan kuat hingga hampir saja membuat kapalku tenggelam. Aku hanya bisa terdiam dikapal itu bersamamu. Beruntung, kamu yang selalu bantuin aku memperbaiki kapal dan membuatnya bisa berlayar lagi.

Bisa berlayar lagi membuatku makin memikirkan jalan yang terbaik, dan harus bisa lebih bijak ketika mengambil sebuah keputusan. Aku teringat sebuah metode yang ampuh, yaitu metode Pak Jokowi. Jokowi mampu menggandeng lawan politiknya dan menjadikan mereka teman. Metode ini awalnya aku pikir gak akan berhasil karena semua orang sudah menyerangku dari segala sudut. Ternyata it’s works. Diam dan mengalah adalah solusi melawan orang Indonesia. Hehehe.

Berawal dari Minggu Malam, entah kenapa aku terfikirkan untuk cuti kerja esok harinya. Sembari seharian gundah di kamar aku menyempatkan untuk meyakinkanmu bahwa kamu akan stay bersamaku dan gak akan pergi karena saat ini aku dan kamu sudah berdarah-darah. Kata “My Heart Belongs To You” yang mungkin hanya bisa aku ungkapkan karena emang selama ini aku memikirkanmu meski udah lebih dari 6 tahun. Bahkan di repository github-ku (Maret 2021) tertulis namamu. Entah kenapa, apa aku selama ini menjalani hidup dengannya adalah bukan diriku? Atau mungkin aku terpaksa melakukan hubungan baru karena aku kebingungan terhadap Murphy? Dan sekarang aku sadar seberapapun aku menjalin hubungan dengan orang baru, pasti nanti aku berujung kembali ke kamu. Jadi ngapain aku ngorbanin orang lain lagi? Mending aku kembali bersamamu.

Senin malam aku dihadapkan dengan dua pilihan, aku kerumahnya atau aku kerumah keluarga besarmu dan bercerita ada apa dengan semua ini. Dan kamu tau yang aku pilih? Yah aku memilih berangkat ke keluarga besarmu, karena kmu lebih penting. Meski disana aku bakal disidang, dihujat habis-habisan tapi aku percaya hanya orang yang tau masalah kita yang akan tetep nerima aku. Terbukti mereka berdua tetep diam saat di bombardir pertanyaan yg menyudutkanku. Karena mereka berdua tau apa yang bikin kamu bahagia dan orang yang dulu bikin kamu bahagia (meski sempat menyakitimu) sekarang mengemis memintamu lagi.

Ketika aku pulang aku memikirkan apa ada yang salah dengan caraku yang terlalu rampage atau mengamuk ini? Bayangkan dalam 1 bulan kemarin semua aturan terporak-porandakan. Aku memporak-porandakan semuanya. Hubunganmu, Hubunganku semua kandas. Yah aku lebih sulit sih karena sudah terikat, tapi kamu juga sulit kan. Kamu sampai sekarang dikejar-kejar dan berharap kembali. Disela-sela itu aku memikirkan apakah bulan-bulan kedepan aku harus tetep rampage atau gak? Dan jawabannya adalah aku harus mengikuti cara dari Pak Jokowi. Karena jika aku tetep rampage temen-temenmu akan semakin memanas dan mulai akan memusuhimu jauh lebih dalam. Aku minta maaf untuk hal ini ya. Aku akan fix ini meski itu gak mudah.

Yah ombak yang menghantamku emang sangat besar tapi aku berterima kasih dengan ombak tersebut, karena ombak tersebut membuatku lebih tenang dan bisa memikirkan semuanya lebih jauh lagi. Tapi tetap aku udah memesan sebuah “simbolik” untukmu dan tertulis disitu 2024. Jadi tunggu ya, aku wujudkan semua ini.