Umm, hei jane. I know kamu adalah salah satu teman terbaik yang dimiliki olehnya, kamu membantunya ketika dia dalam keadaan yang sangat sulit. Kamu menemaninya ketika dia mengurung diri di kamar. Kamu mengajaknya mendaki gunung dan kamu juga membantunya untuk bertemu dengan lelaki lain yang aku gak menilai itu salah, meski berujung dia dimanfaatkan dan dibicarakan buruknya ke orang lain setelah dia mengaku apa yang telah dia perbuat bersamaku. Aku tak menyalahkan itu Jane, itu semua salahku. Bahkan ketika kamu mencariku di Bukalapak pun aku tau kamu udah menilai jelekku. Aku paham Jane.
Aku sempat mengawasi mu, dimana covid masih diberitakan dimana-mana, aku mengawasimu dari tempat kerjamu dan mengikutimu sampai di gang dekat rumahmu. Kadang aku tau kamu bersama cowo yang aku gak tau itu siapa, mungkin kamu sangat mencintainya Jane, dan itu bukan hal yang buruk karena yah siapa sih yang gak jatuh cinta dengan cowo model bertanggung jawab seperti itu. Ketika aku akan mengajak ngobrol dengan cowo yang bersamamu aku mengundurkan diri karena asal dia dari tempat dimana aku kuliah dan aku tak bisa mengekstrak informasi dari orang yang asalnya sama denganku. Aku pun tak tau jika ternyata cowo tersebut mencampakkanmu ketika kamu sedang cinta banget dengannya Jane. Dan kamu tau siapa yang mengheal kamu? Yah dia adalah cewe yang sekarang bersamaku, yang dulu mempunyai kisah bersamaku. Kamu gak sadarkah Jane, bahwa dia memberikanmu sebuah kebebasan? Sebuah kebebasan yang gak kamu berikan padanya? Kamu mengatur setiap inchi dari hidupnya, bahkan kamu bertindak seperti filter baginya yang dimana setiap ada hal tentangku harus melewatimu terlebih dahulu? Bukankah temenmu tadi membiarkan kamu bersama cowo yang menyakitimu padahal temenmu tadi tau akhirnya akan bagaimana?
Ketika aku mengawasimu aku tau kamu terlihat “tidak apa-apa” padahal cintamu juga habis dimasalalu, bersamanya, bersama seorang cowo yang menjanjikan akan menikahimu dan kamu menunggunya? Sama dengan temenmu yang mungkin dalam omongannya “hei aku udah move on” tapi nyatanya gak?
Semua makin buruk Jane, saat aku datang dan kamu memulai semuanya dengan keegoisanmu, kamu menjadikan temenmu sebuah boneka peliharaan dan kamu mengatur apa yang harus dibalas dan apa yang harus di bicarakan. Apa temenmu pernah melakukan hal yang sama? Keegoisanmu itulah yang akan menggerogoti dirimu Jane. Kamu memulai spreadding mengatasnamakan melindungi tapi yang kamu lakukan adalah memberi makan keegoisanmu, kamu memulai mengatakan ke semua orang bahwa yang dilakukan oleh temenmu adalah hal yang benar-benar salah dan berkaca dari kehidupan di keluargamu sampai kamu lupa bertanya kepadanya “apa ini yang kmu inginkan?”.
You know Jane, ketika kamu ingin merubah suatu sistem, maka pilihannya adalah kamu menjelekkan sistem tersebut namun kamu akan membiarkan sistem tersebut berjalan, atau kamu menghentikan sistem tersebut namun konsekuensinya adalah kamu harus terjun dan mengorbankan dirimu bersama sistem tersebut. Tapi kamu memilih berkoar-koar seakan kamu adalah seorang leader yang memimpin didepan namun kamu menghalalkan segala cara, dari mulai menuduh sampai membongkar sebuah cerita yang gak seharusnya kamu ceritakan ke orang lain. Apa menurutmu itu benar dan berhasil Jane? Kamu lupa akan satu hal, ketika kamu berperang kamu harus tau musuhmu baik dan buruknya, bukan dari buruknya semata. Yang terjadi bakalan apa? Ya seperti ini Jane, please yang kamu lakukan itu keterlaluan Jane.
Aku mencoba menghubungkan kembali kamu dengan dia, dia yang menjadi temanmu selama ini. Aku bisa Jane membuat semua itu lebih buruk. Aku bisa cerita kalau kamu mengatakan ke semua orang cerita yang gak seharusnya orang lain dengar. Bagaimana jika orang yang selama ini melindungi temanmu yang dimana orang tersebut menjadi tumpuan ceritamu tentang keburukanku, dan orang itu saat ini belum tau jika kamu menyebarkan cerita yang gak seharusnya kamu ceritain Jane? Jane, yang kamu lakukan udah keterlaluan. Tapi apa aku memusuhimu seperti kamu memusuhiku? Gak Jane, aku gak sejahat itu. Tapi jika kamu berbuat lagi, aku mohon maaf Jane, aku akan bikin tidurmu tidak akan nyenyak dalam beberapa tahun. Kamu ingin aku jadi orang yang paling buruk dalam mengenalmu, Oke aku lakuin. Kamu tunggu aja ya, aku gak tega sebenarnya, tapi kamu yang bikin aku berbuat seperti ini. Aku berusaha tidak menuduhmu ketika kamu dan teman-teman malaikatmu ketika aku dikeroyok dan dipaksa bercerita tentang apa yang aku lakuin dahulu, meski aku gak akan cerita. Aku masih berfikir cerita ini hanya kamu, aku, dia, dan 2 orang lagi. Cuman itu. Tapi kamu memaksaku dan menunjukkan bukti bahwa kamu sudah cerita ke semua orang. Ini hal gila yang pernah terjadi dalam hidupku Jane.
Apa yang kamu rasakan Jane sekarang? Puas ya kamu udah bikin harga diri orang jatuh sejatuh-jatuhnya? Atau mungkin kamu akan lebih buruk cerita ke orang lain lagi ketika ada yang tanya dimana temenmu yg biasanya bersamamu? Atau kamu merasa menyesal Jane? Apa sesalmu bisa membuat orang lupa dengan apa yang sudah kamu ceritain? Kenapa kamu gak berfikir dampak buruknya sih Jane. Dia udah percaya banget loh sama kamu dan dia berharap kamu keep rahasia ini. Kenapa hanya karena ke-egoisanmu kamu bercerita masalah ini Jane. Please Jane, kamu gak seburuk itu kan?
Yah pada akhirnya ada beberapa kesimpulan dari apa yang aku simulasikan untukmu Jane. Di hari lebaran, mungkin kamu akan datang kerumahnya atau setidaknya kamu menghubungi dia dan berusaha bertemu dengannya, namun apakah itu akan merubah apa yang udah kamu lakukan padanya Jane? Semua orang udah tau loh. Meski mereka bilang “gpp” tapi di dalam lubuk hatinya terdalam mereka berfikiran lain Jane tentang dia, tentang temanmu. Bahkan mantannya menjulukinya The Minion Bitches gara-gara ceritamu. Ahh shit, tulisan ini udah sangat jauh Jane. Yang aku lakukan bagiku benar Jane, mungkin bagimu salah. Kalau itu salah aku minta maaf Jane, dalam lubuk hatiku yang terdalam aku masih berharap (meski itu gak bisa dan gak akan bisa) untuk mengenalmu lebih dalam dan kamu mengenalku lebih dalam tanpa ada dendam. Dan simulasi kedua, kamu mungkin tidak akan menemukan tambatan hatimu sampai kapanpun. Jika kamu menemukan tambatan hatimu, kamu akan mencintainya tidak lebih dari 20% dari hatimu, dan mungkin juga sampai kamu kepala 3 sekalipun kamu akan lebih sulit dalam menerima seseorang, kecuali kamu menghilangkan ke-egoisanmu. Terima kasih Jane, terima kasih atas ceritanya ya, aku dan dia jadi villain dalam ceritamu. Dan catat jane, aku akan bersamanya sampai aku mati. Terima kasih