Sebenernya saya bingung untuk menyebut judul tulisan ini apa, karena di berbagai aspek kehidupan kita downgrade itu terkesan salah, atau orang melabeli sebuah tindakan kita (terhadap komputer pastinya) itu adalah downgrade, padahal kita gatau secara pasti kenapa seseorang melakukan hal tersebut kan?

Oke, downgrade ini mungkin di dunia komputer bisa disebut kembali ke versi awal sebelum ada upgrade atau sebelum di-update. Apakah ini perlu? Bisa iya bisa gak, karena gak semua yang downgrade itu buruk dan gak selalu yang ter-update itu baik. Ini hal yang biasa di dunia komputer termasuk di dunia programming. Saya biasanya upgrade kalau memang itu sangat di butuhkan. Dan bahkan saya sering downgrade ke beberapa versi yang memang saya suka, contohnya saya dari musim covid sampai sekarang masih menggunakan Python versi 3.6 yang sudah EOL atau End Of Life. Kenapa gak versi terbaru? Saya sudah berusaha untuk beradaptasi dengan versi terbaru dari Python atau pindah ke bahasa lain seperti bahasa GO namun entah kenapa saya selalu kembali ke Python bahkan itu versi yang lama. Mungkin udah terbiasa dan cinta aja sama Language yang satu ini.

Hal ini juga terjadi dengan PC Linux saya, IOS saya dan juga Android saya, saya jarang banget upgrade versinya kalau memang gak sangat saya butuhkan. Saya masih memegang iPhone 7 32GB yang udah tua banget, saya juga masih mempertahankan Redmi 4 saya meski udah jarang banget saya pegang (karena hidup saya ada di iMessage sekarang, you know lah siapa). Karena menurut saya hidup ini gak melulu tentang upgrade dan gak selalu yang downgrade itu jelek meski saya gak pernah nyebut apapun dengan downgrade, saya selalu menyebutnya saya betah untuk kembali ke versi yang saya suka.

Terkadang orang terlalu mencampuri urusan kita disektor apapun, penampilan, gaya hidup sampai agama pun orang terlalu mencampuri padahal semua itu bagi saya adalah sektor yang sangat privasi. Orang ganti HP dari Android ke iPhone dibilang downgrade karena apa-apa harus beli (siapa yang bilang sih), pakai Linux dibilang menyusahkan hidup karena udah ada Windows yang tinggal klak klik beres urusannya, padahal saya menggunakan Linux ya karena saya butuh untuk SSH ke server dan urusan coding saya, saya masih gak nyaman dengan Windows untuk mengelola server saya. Tapi entah kenapa kok orang lain berkata ini adalah Downgrade, padahal bagi saya ini adalah upgrade.

Terlepas dari semua itu, yah mungkin sudah mendarah daging dalam DNA orang Indonesia dengan sifat gotong royong mereka terhadap sesama, dengan dalih “sekedar mengingatkan” kita jadi lupa untuk menghargai urusan orang lain dan memaksakan mereka untuk mengikuti kita. Apakah itu salah? Hmm bisa iya bisa gak, kalau di ranah saya itu salah, tapi di ranah anda saya belum mengetahuinya hehehe. Jadi intinya, semua ini bukan Downgrade kok, tapi Upgrade. Saya ulangin, Ini upgrade.

Apakah anda sadar tulisan ini tidak membahas tentang komputer?