Dibeberapa hari ini saya merasa seperti orang yang “doing nothing”, entah mungkin karena dia sudah pulang ke ibu nya, saya ngerasa kayak linglung karena biasanya saya bersama dia menghabiskan waktu bersama, jalan-jalan ke wahana sembari bercerita dan saling tanya jawab, atau sekedar makan es krim sambil ketawa bareng. Waktu saya dengannya memang agak terlimit, yah satu bulan hanya maksimal 2 minggu, tapi tidak masalah. Meski dia berkata bahwa pengen sama saya tapi aturan lah yang membuat semua itu menjadi seperti impossible.

Untuk menghabiskan waktu karena hari libur saya yang menurut saya seperti ruang yang kosong, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba game yang dulu sempat saya tidak sukai. Bukan karena ada masalah atau karena hinaan dan cacian dari gamer PC dan Console, tapi karena saya agak gak demen dengan game di mobile yang kebanyakan memang free to play namun ada micro transaction nya yang super duper banyak menguras dompet. Kalau anda ingat dengan game mobile Clash of Clans dan Line Get Rich, saya adalah pemainnya yang dimana saya setiap bulan top up untuk sekedar membeli Gem atau uang di dalam permainannya. Itu lah yang membuat saya berhenti di mobile game karena yah saya pasti mengeluarkan uang nanti meski beberapa dari anda pasti bilang “kalau main gratis kan bisa”.

Nah game yang saya bahas disini adalah Mobile Legend. Ya, salah satu game yang di gandrungi para anak muda bahkan bapak-bapak seperti saya, dan saya mencoba mengisi kekosongan waktu saya agar saya juga gak terlalu kepikiran dengan dia akhirnya saya memainkan game ini.

Di permainan awal seperti biasa ketika kita sudah sangat lama tidak memainkan game ini, kita akan dihadapkan dengan lawan yang itu bukan manusia melainkan bot, atau mungkin itu manusia tapi levelnya jauh dibawah kita dengan harapan kita akan sombong dan memainkan game ini lagi. Tapi setelah kita menang di beberapa kali, kita akan dihadapkan dengan lawan yang sepadan dengan kita atau bahkan levelnya di atas kita. Memang tulisan ini tidak bisa dianggap benar karena sistemnya Moonton yang saya juga tidak ada penjelasan yang pasti, namun perkiraan saya adalah seperti itu.

Di beberapa kali round atau match saya bermain cukup baik, dan saya berhasil menjadi MVP untuk beberapa kali permainan. Nah setelah itu saya kalah dan saya mempelajari bagaimana hero saya bertarung. Saya browsing di beberapa sumber, lihat di beberapa video di Youtube, lihat live dsb. Semua itu untuk mengisi kekosongan waktu yang biasanya diisi oleh dia. Dan it’s works, meski di beberapa kesempatan saya malah dongkol karena ada aja team saya yang bocil (saya bilang bocil dari segi permainan dia, ketikan dia, egoisnya dan yang paling penting, foto profilnya). Tapi it’s only game, kalau gak menang pasti kalah.

Inti dari postingan ini simple sih, saya berusaha melawan kecemasan saya, saya berusaha melawan kesepian saya, dan kepikiran saya melalui game. Dan mungkin juga di beberapa bulan jika saya menyatakan diri saya kumat seperti ini, saya mungkin akan merakit PC untuk menjamah kembali game kesukaan saya dulu di console PS4, yaitu Red Dead Redemption 2.