Sebenarnya saya malas bicara politik karena kebanyakan dari para politikus sering banget ngejilat pernyataannya sendiri ketika ingin berkuasa, hal ini terjadi di akhir-akhir ini. Memang saya tau ada beberapa cacat hukum di Indonesia dan saya sempet peduli dengan hal itu namun suara terlalu kecil untuk membuat orang sadar bahwa sekarang di Indonesia banyak terjadi cacat hukum. Kemarin (21 Agustus 2024) ada beberapa orang (bahkan banyak) yang memposting peringatan darurat di sosial medianya, namun apa yang terjadi sesungguhnya?

Peringatan yang di pasang di beberapa sosial media yang saya temukan

Namun entah saya hanya menemukan ini di sosial media X (Twitter) dan beberapa instagram yang saya liat di explore. Untuk di Facebook dan Tiktok saya hampir menemukan sangat sangat jarang bahkan di Facebook gak ada. Dan ketika saya tanya kepada ibu saya yang sering gunain Facebook dan Tiktok beliau berkata tidak menemukan gambar-gambar seperti ini. Justru yang ada ya seperti iklan AI dari pak Jokowi (J-Word 😡) atau pak Prabowo yang menawarkan speaker atau sprei. Hmmm saya curiga sih kalau yang ini. Karena saya sangat penasaran saya menggunakan hp android baru yang saya beli kmren untuk install Tiktok dan Facebook namun dengan user baru. Dan yah bener gak ada satupun yang memuat gambar peringatan darurat ini. Beda dengan X (Twitter) yang secara langsung terlihat bahkan saya belum follow orang yang posting gambar ini.

Rasa penasaran itu (bentar ya nanti dibahas ttg gambar ini) akhirnya ngebuat saya memasang vpn dengan protokol VMESS dan berada di jalur Singapore lalu saya route kan ke wifi saya dirumah dan benar 10 menit kemudian ibu saya bilang kalau muncul gambar peringatan ini. Wait apakah ada campur tangan pemerintah? Hmm who knows.

Oke saya jelaskan beberapa hal kenapa banyak yang posting gambar peringatan darurat seperti ini. Bersumber dari twitnya @intinyadeh, awal mula semua ini terjadi adalah saat akan diadakannya Pilkada di Jakarta yang mengusung Bpk Anies Baswedan untuk jadi Gubernurnya. Nah elektabilitas (atau bahasa ringannya adalah suara yang akan diperoleh) dari Pak Anies ini tinggi banget loh, nah partai pengusungnya adalah PKB, PKS dan Nasdem. Nah KIM atau Koalisi Indonesia Maju yang berisikan banyak partai yang kemaren menangin Prabowo Gibran ngusung Bpk. Ridwan Kamil untuk jadi Cagub di Jakarta ngelawan Bpk. Anies.

Ini postingan dari @intinyadeh

Nah disini masalahnya, KIM atau Koalisi Indonesia Maju merayu 3 partai pendukung Bpk Anies tadi untuk narik dukungannya dengan cara yang lumayan kotor sih yaitu Nasdem akan diancam kasus yang menurut tempo.co adalah Hanan Supangkat yaitu Wakil Bendaharanya Nasdem tersangkut kasus korupsi. Ini gila sih beneran taktiknya sangat kotor. Untuk Cak Imin ya taulah beliau kan sedang berseteru dengan PBNU, you know lah kalau Cak Imin makin berseteru ya yg ada kursi ketua umum melayang deh. Kalau PKS? Hahahaha ditawarin kursi kabinet udah goyah mah dia, maklum biasa pakai Agama buat jualan ujung-ujungnya ya sama aja. Berita ini dari tempo.co loh ya bukan asumsi saya. Anda bisa cek di link berikut ini Kartel Kotak Kosong Pilkada Jakarta.

Udah? Belum, ini masih panjang loh ya, Bpk. Airlangga resign dari Ketum Golkar karena diancam akan jadi tersangka. Entah ini apa saya kurang bisa mencari beritanya, tapi dari yang beredar di X kemungkinan Bpk. Airlangga ada masalah di perminyakan (nanti saya edit jika saya ketahui beritanya). Nah karena partai pendukung Bpk. Anies tadi mundur ngedukung jadi tinggal PDIP doang namun karena terkena peraturan undang-undang. Nah karena kebanyakan warga Jakarta bilang gak akan milih otomatis Bpk. Ridwan Kamil lawan kotak kosong dong? Eits gak! Karena tiba-tiba ada calon independen yang mencalonkan sebagai calon gubernur dengan dukungan banyak KTP orang Jakarta yang dimana ternyata data KTP ini adalah data curian, jadi orang yang bilang ngedukung itu ternyata gak tau kalau KTPnya tercatut sebagai pendukung calon independen. Skenario ini mirip dengan skenario Mas Gibran ketika mencalonkan sebagai walikota solo yang dimana lawannya adalah calon independen. Beritanya ada disini Pilkada Solo, Gibran Anak Presiden vs Bajo Tukang Jahit

Ditengah-tengah kayak gini MK mengabulkan gugatan threshold 7,5% kursi DPRD dari Partai Buruh dan Partai Gelora untuk mencalonkan calonnya, jadinya PDIP bisa mencalonkan Bpk. Anies, wait tunggu dulu. Partai Gelora? Bukankah ini anggota dari KIM Plus? Hahaha entahlah saya juga bingung yang pasti Bpk. Fahri Hamzah selaku pendiri Partai Gelora mungkin punya pemikiran yang lain. Nah MK juga tidak merubah batas usia Cawagub jadinya Mas Kaesang gak bisa nyalonin jadi apapun karena masih umur 29 tahun.

Udah? Wait, belum karena para DPR langsung tiba-tiba menggelar Panja atau bahasa mudahnya Badan Legislatif untuk membentuk Undang-Undang dan hasilnya adalah batasan umur ditambah “terhitung setelah pelantikan”. Dan Bpk Jokowi mengatakan bahwa pelantikan Pilkada yang terpilih adalah 25 Februari 2025 yang dimana di Desember 2024 nanti Mas Kaesang akan genap berumur 30 tahun. Gila kan? Ini super duper ekstrem gila.

Nah ini masih panjang banget lo sebenarnya kalau dibahas, nah gambar peringatan darurat tadi adalah bentuk protes karena Baleg atau Badan Legislatif menganulir keputusan MK yang dimana keputusan MK itu bersifat final. Final kok masih kyk semifinal hmmm.

Tulisan ini akan terus saya update karena banyak banget yang harus diketik disini.