“Teman Sejati” begitulah kata-kata yang kamu sematkan di story mu Minggu malam dengan salah satu teman baikmu. Minggu malam dimana aku tau kamu sering keluar untuk menghibur dirimu yang entah sedang galau atau kenapa. Aku tau kamu masih memikirkan tentang kita, atau aku aja yang ke-GR. Entahlah pikiranku selalu kemana-mana sejak aku melihat twit mu.

Aku masih bersyukur sedikit karena dibalik kesedihanmu dan mungkin kemarahanmu yang gak tertampung lagi, kamu masih bisa tersenyum dan melanjutkan kehidupanmu. Kamu masih punya teman yang support kamu, dan kamu bisa healing ke gunung atau jalan-jalan ke luar kota.

Memang sudah seharusnya aku tak ganggu kamu, kehadiranku bisa menjadikan kamu sedih lagi dan aku gamau itu terjadi ke kamu. Okelah aku belum meminta maaf ke kamu, tapi bagaimana caraku minta maaf ke kamu sedangkan untuk menulis permintaan maaf gak semudah yang ku bayangkan. Sebenarnya tulisan inilah yang mau aku kirimkan ke kamu kemarin malam. Tapi aku urungkan niatku. Aku gamau mengganggu senyumanmu.

Semoga kamu tetap menjadi dirimu. Maafin aku yang gak bisa banyak berkata dan gak banyak berbuat tentang apa yang udah aku lakuin ke kamu.