Di 3 postingan saya kemaren selalu tak jauh-jauh dari pembahasan tentang Pertamina, LinkAja dan segala keruwetan yang aslinya mereka bikin sendiri, kali ini rasanya jengah kalau saya bahas lagi tentang kedua perusahaan BUMN tersebut, lama-lama Blog ini mungkin saya sumbangkan ke Pertamina agar mereka tau keluh kesah pengguna yang seharusnya keluh kesah tersebut tak ada.
Oke saya mulai dari bocoran kenaikan harga BBM, saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan hal ini, karena sekeras apapun kita bersuara, sekeras apapun kita mengetik hal itu gak akan mengubah statement dari pertamina bahwa mereka sedang merugi karena adanya subsidi di BBM jenis pertalite, dan akhirnya ya tetep naik juga kan. Saya tidak menggiring sebuah opini bahwa “hei minyak dunia sedang turun nih kenapa kalian malah naik” atau opini bahwa “kok bisa kalian rugi padahal kan kalian (pertamina) disubsidi pemerintah untuk jaga harga BBM”. Saya akan tetap berfikir positif bahwa beban pertamina sudah tinggi terhadap subsidi BBM dan untuk menjaga agar kedepannya makin baik (saya gak tau yang mana) maka BBM harus dan wajib dinaikkan.
Oke saya sudah cukup kenyang statement (pernyataan) dari para orang-orang diluar sana yang menyebut bahwa ada perusahaan swasta yang sekarang menjual BBM dengan harga Rp. 8.900. Sudah cukup! Itu bukan jalan dari pertamina. Atau logika aneh kalian yang menyatakan bahwa “kenapa pertamina gak beli aja dari SPBU yang jual Rp. 8.900 terus jual lagi, kalau beli banyak kan gak di hargain segitu”. Lah kalian pikir SPBU yang jual Rp. 8.900 itu toko grosiran apa?
Ayo daripada berfikir negatif mending kita berfikir positif kenapa pertamina mendesak pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi, selain “Beban APBN sangat tinggi untuk menanggung subsidi pertalite”, jadi ayo berfikir positif.
Disclaimer: Tulisan ini ditulis dengan keadaan sehat dan sadar, serta tidak untuk menggiring sebuah opini, dan tidak memojokkan suatu pihak. Disarankan pembaca lebih bijaksana dalam menelaah
1. Pindah ke Kendaraan Non Emisi
Sebenernya ini jadi rencana saya kedepannya, mungkin saya akan ke kantor pakai motor listrik atau sepeda listrik, saya gatau karena masih menunggu kedepannya bagaimana, tapi mungkin ini juga jadi alasan gak masuk akal dari pertamina agar orang-orang semua pindah ke negara api kendaraan listrik sehingga pertamina gak repot lagi dalam memproduksi BBM pertalite dkk. Enak kan, mungkin alokasi BBM bisa di pakai untuk orang-orang yang membutuhkan saja di sektor pengiriman barang, coba bayangin deh kerennya. SPBU gak antre lagi, pertamina senang karena nganggur gak rugi lagi soalnya BBM yang diproduksi karena waktu ada yang butuh aja.
2. MyPertamina dan LinkAja akan Lebih Bug-Free
Coba bayangin aja, mungkin LinkAja error karena saking senangnya user bayar BBM pakai LinkAja, karena ini akhirnya LinkAja mungkin bilang ke Pertamina:
?: Eh bro user lu nih ah kebanyakan bacot bayar pake apps gue, jadinya server gue lambat, alihin aja nih gw kasih caranya
?: Tapi bro gw kagak ngerti begituan, nanti kalau error kyk gimane?
?: Udah biar user lu aja nanti yang jadi Bug Tester nya, lumayan kan, Bug Tester gratis , ntar lu alokasiin dana gede buat seolah-olah punya bug tester, padahal ya user lu sendiri.
?: Tau ah terserah
bayangin jadi keren kan kalau gak ada yang make jadi lebih seneng juga nih.
3. Buat Bayar Hoetang
Eh bentar ada tukang bakso lewat…
kjdsffhiurhfiu5rguhiugrtes4 879