Memang cinta itu kyk emosi yang penuh dengan misteri, aku gak paham bagaimana memulainya atau mengakhirinya. Kadang cinta itu datang pas kita lagi butuh banget atau dateng pas lagi kita dalam keadaan benci sekalipun. Intinya tidak ada yang tau. Aku sering mendengar kisah-kisah cinta teman-temanku ketika aku sedang menghilang darimu. Banyak dari mereka bercerita tentang kisah yang berakhir bagus atau good ending maupun yang sad ending. Tapi disamping aku menjadi seorang pendengar, ternyata aku mengalami kisah cinta yang bagiku sendiri itu rumit untuk dijelaskan karena kalau secara nalar cinta ini gak mungkin terjadi loh. Kisahnya unik sih dan sedikit mind blowing karena dikisahku, aku terpisah denganmu selama 6 tahun, lalu kembali lagi kyk 6 tahun berlalu itu ke skip gitu aja.
Kalau aku cerita dari awal pun mungkin ini butuh beberapa series untuk menyelesaikannya, tapi secara singkat kisah kita berakhir 6 tahun lalu ketika aku memang sedang dalam kondisi kebingungan dan alasan yang gak bisa kuhindari. Awalnya aku merasa memang hidupku berjalan ke arah yang berbeda denganmu. Dan yah aku memilih jalanku sendiri. Jalan yang seharusnya gak aku pilih karena ini akan benar-benar menyakitimu lebih dari apapun.
Dari sejak aku SMA aku sulit percaya dengan hal-hal yang berbau ghoib dan sejenisnya. Bukan tanpa alasan, karena aku lebih suka penjelasan yang lebih mudah untuk dicerna oleh logika daripada harus berfikir keras tapi ujung-ujungnya ngambang seperti kata-kata “ya itu emang takdir, ngapain kamu tanyakan”. Namun di umurku yang udah setua ini ternyata aku dihadepin dengan hal ghoib yang disebut dengan “takdir” yang dimana takdir ini memiliki rencana lain. Pertemuan yang menurutku impossible untuk terlaksana karena kamu pasti gak ingin bertemu denganku meski aku hanya ingin meminta maaf denganmu. Tujuan awalku jelas, aku hanya ingin minta maaf gak lebih. Tapi “takdir” berkata lain. Kalau boleh merangkai kata-kata mungkin tepatnya aku akan menulis “percikan cinta yang telah lama terpendam begitu lama segera terasa lagi di antara aku dan kamu“. Sejenak aku melihat mata mu waktu itu (meski km nunduk terus). Dan aku merasakan hal yang sama denganmu, aku merasa bahwa waktu gak berubah, perasaan kita gak tergoyahkan meski udah lama berpisah.
Namun ada banyak masalah didepan kita. Masalah dariku adalah aku udah terikat tapi aku udah penat dengan hubunganku karena aku terus-terusan dipaksa pergi olehnya. Berpuluh-puluh kali aku maafkan karena aku menganggapnya “keteledoran”. Namun akhirnya aku capek juga dan mungkin ini adalah jawaban. Jawaban yang selama ini aku tunggu. Yaitu aku akan pergi dari ikatanku, karena dia yang selalu meminta aku untuk pergi. Gak logis memang, tapi yang perlu kamu tau, kata “pergi (dan sejenisnya)” adalah kata yang paling aku benci. Aku bisa kebal jika itu terus-terusan di ucapkan oleh dia. Aku pergi ketika dia mengucapkan kata “pisah” untuk terakhir kalinya, dan aku putuskan saat itu juga kalau aku gak akan pernah mencabut kata-kataku untuk berpisah karena ini emang kemauannya.
Masalah yang dateng darimu adalah masalah teman-temanmu. Aku gak disambut baik oleh teman-temanmu karena mereka merasa bahwa perpisahan yang terjadi 6 tahun lalu adalah tanda bahwa hubunganku denganmu seharusnya berakhir. Temenmu mengkhawatirkan bahwa kita hanya akan kembali pada masa lalu yang penuh dengan kesedihan dan kekecewaan. Yang dimana aku pergi meninggalkanmu gitu aja. Tapi apakah mereka tau kalau tujuanku berbeda dengan yang mereka pikirkan? Aku membutuhkanmu dan aku ingin km dampingin aku.
Namun karena kita bersikeras bahwa ini semua adalah takdir, kita menyusun sebuah rencana epik yang bahkan aku gak bisa rencanain itu sendiri. Bayangin otak manusia itu adalah sesuatu hal yang kompleks, mereka bisa berubah sepersekian detik dan untuk mensimulasikannya itu sangatlah susah, kita merencanakan untuk memecah kekompleksan tersebut. Aku beruntung karena kamu adalah the thinker yang mampu membantuku untuk memecahkan masalah ketidaksetujuan dari temanmu ini. Yah jawabannya sabtu ini, mungkin rencana epik kita akan berbeda sedikit di lapangan tapi setidaknya ada hal-hal yang udah kita siapkan jauh hari.
Takdir emang bermain peran penting dalam hidup kita. Terkadang emang meski terjadi suatu perpisahan, jodoh akan kembali dengan sendirinya. Karena yah kita gak bisa menolak jodoh tersebut, tak terkecuali temanmu atau orang terdekatku.
Dan emang gak mudah mertahanin suatu hubungan ketika orang disekitar menentangnya. Tapi yang perlu kamu garis bawahi adalah kadang-kadang emang kita harus mengikuti hati dan takdir kita. Karena yang akan merasakan hidup adalah kita, bukan orang sekitar kita. Maka dari itu, klo kamu jodohku orang lain bisa apa?