Why men’s always fault?. Yah kata itu yang memang sering terdengar saat ini. Cowo memang selalu berada di pihak yang salah entah itu mereka benar-benar salah atau gak. Banyak kok kasus yang terjadi di luar sana yang mengatakan bahwa memang salah itu terletak pada cowo / lelaki. Aku sering meriset semua hal termasuk masalah yang satu ini yaitu kenapa sih, cowo terus yang salah. Sekalipun dia benar cowo selalu sulit untuk di terima, mereka dianggap abusive, pembohong, pengendali, pemaksa, atau perusak. Sementara pihak perempuan adalah pihak yang lemah dan selalu berada dalam tekanan meski dia juga ada salahnya.

Aku inget banyak kasus disini, sebut saja Johnny Deep yang dimana dia dipecat oleh Disney ditahun 2019 (CMIIW) karena dituduh telah melakukan kekerasan pada mantan istrinya Amber Heard. Atau kasus lain, Denny Sumargo yang mana dia dituduh menghamili DJ Verny Hasan. Atau satu contoh lagi yaitu Chandra Liow yang dituduh melakukan tindakan abusive dengan pacarnya Indira Ayu Maharani. Semua kasus yang kusebutin selalu menyalahkan pihak lelaki tanpa menanyakan bagaimana prosesnya. Johnny Deep dipecat dari Disney, Denny Sumargo ditolak beberapa film, dan Chandra Liow yang dihujat se-indonesia meski mereka sudah klarifikasi.

Dan disini aku belajar dari beberapa kasus diatas. cowo nya pun udah klarifikasi tapi akhirnya lelah dan memilih untuk diam. Yah aku lakuin itu, aku memilih diam dan gak bersuara karena bagiku cukup klarifikasinya. Terserah orang mau berkata apa, toh aku melakukan semua itu pasti ada alasannya juga. Tapi disamping itu aku ingin nunjukkin ke kmu, sebesar apapun masalah kita nanti nya, aku gak akan pergi lagi, aku gak akan ngilang lagi. Ini mungkin bisa kmu jadikan test seberapa kuat aku ada disampingmu meski banyak masalah yang dateng.

Menjadi villain itu gak enak loh, setiap hari bakal ada hujatan yang dateng padamu, kamu diam salah, bicara pun diancam akan dicelakain atau dibunuh. Namun entah kenapa aku merasa menikmati hujatan itu. Apa karena aku sudah sering di salahin tanpa dasar? Aku juga tak tau.

Balik ke pembahasan awal, mengapa cowo identik dengan salah? Jika aku liat dari beberapa sumber, penyebabnya adalah gerakan Feminisme, yang berarti kesetaraan gender. Oke aku tak masalah dengan feminisme, tapi mengapa ketika Feminisme ini salah mereka justru menyalahkan orang lain, bahkan mungkin menyalahkan cowo? Why? Kita semua punya masalah dalam hidup kita, gak peduli itu cowo apa cewe. Tapi ada sebuah tanggung jawab bagi individunya untuk mengatasi masalah tersebut tanpa menyalahkan masalah yang ada.

Namun sayangnya gak semua orang benar-benar memilih tanggung jawab ini. Mereka lebih menyalahkan orang lain atas kenapa semua ini bisa terjadi. Semua kan pasti ada sebabnya toh? Mungkin aja seseorang udah memendam masalah sebegitu kompleksnya dan ketika udah gak bisa nahan itu, dia meledak sama seperti yang kulakukan saat ini. Yah memang dalam kasus feminis, gak ada cara yang lebih baik selain menyalahkan cowo atas segala hal yang salah dalam hidup mereka.

Bagi sebagian besar feminis modern, laki-lakilah yang harus disalahkan dalam satu atau lain hal. Karena penindasan yang melekat pada laki-laki inilah yang menyebabkan banyak feminis percaya bahwa perempuan harus selalu lebih dipercaya daripada laki-laki! Kita gak bisa hentikan itu, untuk saat ini memang diam adalah hal yang paling benar untuk dilakukan sembari kamu deeptalk dengan orang dekatmu. Katakan yang sesungguhnya.

Dan PR untukku ke depan mungkin masih tentang iPhone XR hehehhe. Senyum dong, kita usaha di 2024 🙂