TULISAN KALI INI MEMUAT HAL HAL 18+ DIHARAPKAN PEMBACA BISA MEMBUKA PIKIRAN DAN TIDAK BERFIKIRAN HAL-HAL YANG DILUAR TULISAN INI. TERIMA KASIH

Let’s deep talk about this. Dahulu ketika aku menghilang dari hidupmu aku banyak belajar hal-hal baru dari buku-buku yang aku temukan secara random, baik itu buku konspirasi, buku tentang alam atau buku tentang percintaan entah itu di novel atau dari pakar-pakar yang aku gak paham mereka siapa tapi bacaannya unik aja. Aku sering menghabiskan waktu untuk membaca karena aku udah terbiasa hidup tanpa adanya HP ketika aku terkurung total.

Dari bacaan tersebut aku banyak menemukan studi kasus yang aneh, ada yang paling unik bagiku ketika ada salah satu pembaca mengirimkan sebuah pertanyaan pada penulisnya (ini aku temukan di sebuah rubrik majalah) yang isinya kurang lebih seperti ini (aku lupa kata-katanya):

F (23th, Jakarta) halo kak aku bingung curhat darimana, tapi aku cowo yang tiap ketemu selalu meminta having sex, kalau gak diturutin aku pasti dituduh selingkuh sama temen-temenku, saran dong kak untuk keluar dari hubungan toxic seperti ini, karena aku pernah nyoba mutusin eh dianya ngemis-ngemis dan berujung having sex lagi. Aku capek kak

Kurang lebih kata-katanya sperti itu dan penulis (yang bertugas untuk menjawab pertanyaannya) memuat 1 halaman penuh untuk menjawab pertanyaan mbak-mbak ini. Yang intinya adalah cowok itu hanya ingin sebuah barang gratisan dari seorang cewe, kalaupun dia membayar dia pasti memperlakukan cewe layaknya manusia bukan barang. Oke lah aku paham disetiap hubungan sex itu mungkin jadi pilihan utama namun yang jadi masalah adalah sampai kapan kalian melakukan hubungan itu dengan gratis tanpa ada keseriusan? Kalian tau gak ketika sudah menikah lelaki akan menyerahkan semua uang nya (kadang gak semua) kepada istrinya, lah ini kok malah gratis? Hmm oke aku gak munafik aku juga doing have sex with woman. Tapi aku gak akan menjadikan itu hal yang utama dalam hubunganku. Aku pernah kok not doing sex 8 bulan lebih dan aku gak minta sedikitpun. Karena bagiku sih, buat apa kalau aku aja gak ingin.

Nah di rubrik yang aku baca, cowo nya tadi melakukan sebuah trik yang dinamakan puppet. Trik ini umum di sebuah hubungan toxic, biasanya terjadi setelah cewe nya mengaku kalau pernah berhubungan badan di hubungan sebelumnya. Sang cowo gak akan pernah menghargai cewe nya. Kalaupun di hargai pasti ada maunya. Banyak cewe yang gak percaya dengan trik puppet ini (percayalah aku hanya menemukan 1 dari 10 orang cewe yang percaya dengan trik ini), mangkanya mereka sering terjerumus di dalam hubungan toxic yang tiada akhir seperti ini. Bahkan temenku sendiri (cowo) melakukan hal ini. Dia bisa berganti pasangan dengan melakukan pijat plus-plus atau beli di Twitter dan pacarnya pun mengetahuinya.

Eits, kok pacarnya gak marah dan minta putus. Nah disinilah istimewanya trik puppet tadi. Tandanya yang paling kerasa adalah umur, si cowo akan menahan dengan segala cara agar cewe nya tadi bertahan dengan cowo itu di umurnya yang udah menjelang 25 tahun ke atas. It’s okay juga sih mau menikah umur 30 lebih juga gpp. Tapi yang jadi masalah adalah cara menahannya itu lo yang bagiku keren juga. Tanpa ada kejelasan mereka menahan agar si cewe tadi mau menunda menikah. Kalaupun yang cewe minta kejelasan, gampang tinggal bawa aja kerumah cowo dan kenalin di beberapa orang rumah. Simple, cewe percaya, birahi cowo tersalurkan. FYI temenku skrg berumur 31 mau ke 32 dan cewenya udah mau berumur 30. Tak ada kejelasan sama sekali dalam hubungan mereka. Pun mereka menikah aku gatau apa yang dicari lagi, palingan flat gitu aku tak mengerti.

Aku pernah dalam suatu hubungan dimana cewe yang bersamaku bilang kalau dia udah pernah berhubungan badan sebelumnya. Yah aku di cut off karena aku gak ingin melakukan hubungan badan dengannya (fix ini aku gak paham kode dahulu) dan aku juga gak mau nyakitin orang gitu lo bukan karena aku gak ingin, tapi aku gamau. Yah memang beberapa tahun berikutnya aku menemukan cewe yang akhirnya dia nyerahin segala hal untukku dan tololnya aku tinggalin. Ditempat kuliah aku juga punya temen yang aku tau segala hal tentang nya bahkan dia mengaku pernah tidur dengan mantannya. Yah disitu aku jawab biasa aja, aku gak ingin juga nyebarin berita buruk tentangnya meskipun sekarang dia marah besar sama aku. Hmmm bingung memang. Akupun bisa kok menerima orang yang serusak apapun dia, setidak rupawan pun dia, aku gak bermasalah dengan catatan ketika denganku dia bakal berhenti melakukan hal-hal tolol yang di luar nalarku.

Duh tulisan ini jadi melebar. Oke kembali lagi ke akarnya.

Cowo itu simple kok, ketika dia memang hanya butuh cewe buat nafsu doang itu udah kelihatan dari cara dia memperlakukan cewe nya. Cewe nya akan dicurigai selingkuh mulu, dia akan lebih sering ngancem cewe nya untuk putus dan bilang ke cewe nya “kamu cewe gak tau diuntung, masih mending aku bisa nerima kamu dalam keadaan not virgin” (kata-kata ini akan diulang terus-terusan sampai tua, percayalah banyak yang ngalamin hal ini). Nah ketika cewe nya tadi lelah dengan hubungan toxic seperti ini dan meminta putus yang cowo akan melakukan puppet lagi yaitu akan ngemis dan gak mau sampai janjiin yang impossible. Yah aku berharap sih yang cewe bisa mengatakan dengan lantang “Loh udah kadaluarsa”. Namun apa daya, pasti mereka tetep terjebak dan doing sex again.

Hmm tulisan ini akan panjang namun ya tadi mood swing ku aneh akhir-akhir ini. Jadi mungkin besok akan aku terusin part 2 yang postingan Untitled. 🙂