Waktu tetap berjalan meski disetiap detiknya menusuk dan membunuhmu

Akhir-akhir ini hampir semua cafe yang ku kunjungi playlistnya selalu sama isinya adalah seseorang yang meninggalkan kekasihnya untuk seseorang yang lain atau kisah yang kandas di tengah jalan, sebut saja Tulus – Hati Hati Dijalan, Lyodra – Pesan Terakhir, dan yang menurutku paling nyesek Keisya Levronka – Tak Ingin Usai. Sebenarnya masih banyak dan hampir saat aku mengerjakan sesuatu di cafe pasti ada 3 lagu ini.

Tak Ingin Usai (Youtube)

Aku tak mengapa dengan lagu-lagu ini, namun ketika liriknya aku pahami aku teringat denganmu, dengan seseorang yang sangat mencintaiku dan dengan keputusan bodohku aku meninggalkanmu sendirian, kamu mencariku bahkan sampai di email pribadiku namun untuk membalasnya aku seketika berubah menjadi seorang pengecut, dan aku tau kamu merasa aku meninggalkanmu sendirian dan tak mencintaimu lagi, namun kamu perlu tau bahwa bukan itu keinginanku, aku ingin kita bersama tapi mungkin ada beberapa hal yang mungkin saja akan membuatmu menderita terus menerus sehingga aku memilih orang lain.

Ketahuilah aku ingin kita bertemu suatu saat nanti dan membahas semuanya, aku tau kamu membenciku dan takkan pernah memberiku kesempatan meski hanya sedetik untuk bertemu denganmu. Aku minta maaf.

Dan bahkan kamu menulis dalam bio mu yang dimana selalu aku lihat setiap hari apakah kamu mengupdate sesuatu di akun media sosialmu, yah kamu mengatakan benar bahwa aku merindukanmu.