Menghubungimu adalah hal yang paling membuatku bimbang, apakah kehadiranku nantinya akan membuatmu sakit kembali? Apakah dengan aku mengubungimu kau akan meresponnya? Oke aku mulai caraku menghubungimu. Berawal dari keisenganku mencari sesuatu di twitter seminggu yang lalu dan muncul tweetmu dengan nama yang acak tapi aku tau itu kau karena dari twitt mu yang terlihat sangat depresi karena kehilanganku, dengan tajuk “Kau berhak Bahagia”.

Aku termenung dengan twit mu, dan aku tau aku egois yang dimana aku meninggalkanmu begitu saja tanpa ada penjelasan sama sekali. Dan aku juga monster yang menghancurkanmu, aku akuin itu. Dan karena twit mu itulah aku mencoba mencari mu. Dan tak tau kenapa kok aku membuka email lamaku yang dahulu pernah kau gunakan untuk mengirimkan softcopy akta kelahiranku. Dan seperti yang kuduga sebelumnya, kau pernah mencoba menghubungiku dan memintaku untuk bertemu namun aku tak tau karena aku tak pernah memakai email itu.

Singkat cerita aku membalas emailmu meski sangat sangat telat sekali dan kemungkinan kau balas atau baca hanya 1%, namun tak apalah. Aku hanya ingin meminta kepadamu untuk bertemu secara berdua dan aku akan jawab semua pertanyaanmu (jika ada) dan aku akan menjelaskan posisiku tanpa ada kebohongan dan tanpa ada tipuan.

Sejak kutekan kirim email kepadamu hampir disetiap pagi aku memeriksa inbox apakah ada balasan, namun benar semuanya nihil. Aku tau mungkin di pikiranmu “mengapa harus kubalas, ada yang penting kah? Aku pikir gak ada”. Dan mungkin kau akan lebih memilih untuk menghapusnya karena secara tak langsung aku pengecut karena hanya menghubungimu via email bukannya langsung ketemu secara langsung di rumahmu.

black laptop computer

Tapi jika kau baca ini, cobalah balas dan aku jelaskan dahulu kemudian aku bisa kerumahmu. Karena yah aku adalah monster bagimu, aku adalah mimpi burukmu. Tapi tidakkah kau beri seorang monster ini a second chance?. Aku masih menyimpan semua kenangan kita, aku masih menyimpan hadiah yang kau berikan dan aku tak beritau siapapun tentang siapa kamu dan apa yang telah kita perbuat di masa lalu. Tapi please kabulkan permintaanku untuk bertemu denganmu. Jangan takut padaku